Catatan Merah Banjir Bandung: Inilah Faktor Utama Penyebab Air Meluap ke Jalanan
- account_circle Hasanah Team
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026 17:05 WIB
- visibility 278
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dokumentasi Tim Redaksi Hasanah.idBanjir di wilayah Bandung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sampah dan Alih Fungsi Lahan
Permasalahan klasik yang belum juga terselesaikan adalah sampah. Di berbagai titik, masih ditemukan tumpukan sampah rumah tangga hingga limbah berukuran besar yang menyumbat pintu air dan saluran drainase. Kondisi ini menjadi pemicu utama banjir cileuncang yang sering terjadi secara tiba-tiba di pusat kota.
Di sisi lain, alih fungsi lahan juga berkontribusi besar terhadap memburuknya kondisi ini. Kawasan resapan air yang semakin berkurang, baik di wilayah hulu maupun di dalam kota, membuat air hujan tidak lagi memiliki ruang untuk meresap ke tanah. Sebaliknya, air langsung mengalir ke permukaan dan membebani sistem drainase yang sudah tidak memadai.
Perubahan tata ruang yang tidak terkendali ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya banjir, bahkan pada intensitas hujan yang tidak terlalu ekstrem.
Tekanan Urbanisasi dan Minimnya Infrastruktur Pendukung
Selain faktor teknis, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Bandung juga memperparah situasi. Kebutuhan akan hunian dan fasilitas publik mendorong pembangunan yang sering kali mengabaikan keseimbangan lingkungan.
Minimnya infrastruktur pendukung seperti kolam retensi, sumur resapan, dan ruang terbuka hijau membuat kota kehilangan “buffer alami” untuk menahan limpasan air. Akibatnya, setiap hujan deras langsung berdampak signifikan terhadap kondisi jalan dan permukiman.
- Penulis: Hasanah Team
- Editor: redaksi hasanah.id




