Breaking News
Trending Tags

HMT ITB Minta Maaf soal Viral Kontroversi Lagu Erika di OSD, Konten Dihapus dari Media Sosial

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 14:25 WIB
  • visibility 329
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT ITB). Penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) milik himpunan tersebut menjadi sorotan tajam netizen lantaran membawakan lagu berjudul “Erika”. HMT ITB minta maaf soal viral kontroversi lagu Erika di OSD setelah lirik lagu tersebut dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap kaum perempuan dan tidak selaras dengan nilai akademis.

Pihak pengurus HMT ITB secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. Mereka mengakui bahwa penampilan tersebut merupakan sebuah kekhilafan yang tidak seharusnya terjadi di lingkungan kampus. Kasus ini mencuat setelah potongan video penampilan mereka tersebar luas di platform X (Twitter) dan TikTok, memicu diskusi hangat mengenai batasan ekspresi seni dan penghormatan terhadap martabat perempuan di institusi pendidikan tinggi.

Kronologi Kontroversi Lagu Erika HMT ITB yang Viral

Kejadian ini bermula saat grup Orkes Semi Dangdut (OSD) yang terafiliasi dengan Himpunan Mahasiswa Tambang ITB tampil dalam sebuah acara. Lagu berjudul “Erika” yang mereka bawakan ternyata memiliki sejarah panjang namun mengandung lirik yang sangat vulgar dan mengobjektifikasi perempuan. Menanggapi viral kontroversi lagu Erika di OSD, banyak pihak menyayangkan mengapa lagu dengan lirik seperti itu masih dipelihara dalam tradisi organisasi kemahasiswaan.

Lagu tersebut dikabarkan merupakan “warisan” lama dari tahun 1980-an yang terus dibawakan secara turun-temurun. Namun, di era sekarang, norma sosial dan kesadaran mengenai kekerasan seksual serta pelecehan verbal telah jauh berkembang. Lirik yang dianggap “bercanda” di masa lalu kini dipandang sebagai bentuk pelecehan serius yang merendahkan martabat individu. Hal inilah yang memicu gelombang kritik keras dari masyarakat luas dan civitas akademika lainnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less