Breaking News
Trending Tags

178 Buruh Kena PHK Setelah Pabrik Garmen di Cimahi Tutup, Ini Penyebabnya

  • account_circle anshori
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 08:00 WIB
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Persoalan yang menimpa PT Namnam Fashion Industries ternyata tidak berdiri sendiri. Tekanan terhadap sektor industri tekstil dan garmen juga dirasakan sejumlah pelaku usaha lainnya di Kota Cimahi.

Berdasarkan komunikasi dan koordinasi Disnaker Kota Cimahi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cimahi, kondisi bisnis industri garmen dan tekstil sedang menghadapi tantangan yang cukup berat.

Tekanan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan usaha. Ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah hingga perubahan nilai tukar dolar turut memberikan dampak terhadap dunia usaha.

“Dari beberapa waktu yang pernah kita komunikasi, memang kondisi usaha tidak baik-baik saja menurut pengusaha. Bisa macam-macam, yang jelas saat perang Timur Tengah, sekarang pengaruh dollar,” tutur Faisal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor garmen di Cimahi masih menghadapi tantangan besar. Berkurangnya pesanan, meningkatnya tekanan biaya, serta dinamika ekonomi global menjadi kombinasi persoalan yang dapat memengaruhi keberlangsungan industri.

Kasus PT Namnam Fashion Industries menjadi salah satu gambaran dampak tekanan tersebut terhadap tenaga kerja. Dengan penghentian operasional pabrik dan PHK terhadap 178 pekerja, perhatian kini tertuju pada penyelesaian seluruh hak buruh sekaligus kondisi industri garmen Cimahi secara keseluruhan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less