Pemprov Jabar Dorong Lido Menjadi KEK Pariwisata Pertama di Jawa Barat
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2020 22:36 WIB
- visibility 323
- comment 0 komentar
- print Cetak

ubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Lido
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Ternyata di Lido ini, grup MNC punya lahan lebih dari seribu hektar dan komprehensif. Segala macam (kebutuhan) ada dan ketika disetujui jadi KEK, devisa akan datang lebih cepat dan mudah serta kita juga bisa menghemat devisa keluar karena semuanya dibelanjakan di dalam negeri,” tuturnya.
Adapun dalam pengembangan KEK Pariwisata Lido, Kang Emil berujar bahwa tenaga kerja yang akan terserap berjumlah 25 ribu orang hingga 2038.
“PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga akan meningkat. Dan yang terpenting pertumbuhan ekonomi kita akan naik oleh kehadiran hanya di satu titik (Lido) ini saja,” ucap Kang Emil.
Emil menambahkan, Pemda Provinsi Jabar optimistis bahwa KEK Pariwisata Lido akan disetujui oleh pemerintah pusat karena eluruh persyaratan administrasi sebagai KEK sudah dipenuhi.
“KEK wisata itu syaratnya minimal punya lahan 250 hektar, ini sudah lebih dari seribu. Kemudian ada 18 persyaratan administrasi KEK yang sudah dipenuhi, saya kira ini menunjukkan keseriusan dari MNC Land agar (Lido) diberikan status KEK,” ujarnya.
“Jadi intinya pemerintah provinsi akan (berupaya) mendorong, karena keputusannya tetap ada di pemerintah pusat,” ucapnya.
Pengembangan Kawasan Wisata Sesuai Arahan Presiden
Adapun pengembangan kawasan wisata secara umum juga merupakan salah satu arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rapat koordinasi (rakor) bersama 34 gubernur se-Indonesia di Istana Bogor pada Rabu (15/7) pagi. Presiden berpesan agar para kepala daerah mencari cara tercepat untuk membangkitkan ekonomi.
- Penulis: Unggung Rispurwo




