DKI Jakarta Berlakukan PSBB, DPRD Jabar: Full PSBB di Bodebek Belum Perlu
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2020 20:43 WIB
- visibility 213
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kebijakan pelonggaran aktivitas demi pergerakan ekonomi namun lengah pada upaya keselamatan wargalah yang dalam asumsi saya menyebabkan terjadinya penyebaran virus dengan diam-diam namun masif. Menurut hemat saya, kita semua harus benar-benar bisa belajar dari kejadian ini dan bisa jadi pada akhirnya harus melakukan kaji ulang atas kebijakan yang akan dilakukan ke depannya,” ucap Asep.
“Tak mudah, tapi kan memang harus dihadapi juga. Tolong digarisbawahi ya, konon ada yg berpendapat bahwa gelombang kedua wabah ini akan lebih dahsyat dan ciri yang paling gampang untuk mewaspadai terjadinya gelombang kedua itu adalah adanya angka penurunan yang terinfeksi, sementara di kita ini sejak awal belum ada angka penurunan sama sekali, yang terjadi malah muncul rekor-rekor baru harian dari warga yang terinfeksi,” tambahnya.
Dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) kasus positif aktif di Jawa Barat paling banyak terdeteksi di Kota Bekasi dengan 1177 kasus, kemudian disusul Kota Depok (1144 kasus), Kabupaten Bekasi (840 kasus), Kabupaten Bogor (648 kasus), dan Kota Bogor (354 kasus).**
- Penulis: Unggung Rispurwo




