Breaking News
Trending Tags

Pakar Ekonomi: Judi Online Rugikan Negara

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2024 16:57 WIB
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – BANDUNG. Pakar ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Kota Bandung, Acuviarta Kartabi, mengungkapkan bahwa judi online (judol) berdampak signifikan terhadap kerugian negara pada Kamis (27/6/2024).

Dia menyebutkan bahwa devisa negara sebesar Rp 100 triliun telah lari ke 20 negara akibat aktivitas judol ini sejak Januari.

“Dampak ekonomi terjadi karena devisa yang keluar akibat judi online dari Januari sampai sekarang sudah Rp 100 triliun, dan itu tersebar ke 20 negara,” ujar Acu.

Acu menjelaskan bahwa bandar judi online menggunakan perusahaan cangkang untuk mentransfer uang ke berbagai negara, yang menurut PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) mencapai 20 negara.

“Ini membebani perkembangan nilai tukar dan cadangan devisa,” tambahnya.

Menurut Acu, judi online merugikan negara dan masyarakat Indonesia.

“Ini merugikan negara sekaligus merugikan masyarakat, karena masyarakat diiming-imingi keuntungan sesaat sementara kita tidak tahu teknis dan pengelolaannya,” ujarnya.

PPATK mengungkapkan bahwa kasus judi online di Jawa Barat sangat besar, dan hal ini harus segera ditangani oleh pemerintah.

“Permintaan dan suplai judi online tinggi karena masyarakat berharap kaya dalam jangka pendek, sementara situs judi online terus tumbuh lebih cepat dibandingkan kebijakan pemerintah untuk memutus aksesnya,” jelas Acu.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less