Debat Publik Pilkada Cimahi Datar, Pengamat Politik Sebut Masih Tak Terlihat Warna-warni Debat
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Senin, 28 Okt 2024 11:33 WIB
- visibility 225
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar proses debat publik yang digelar KPU Kota Cimahi, Minggu malam 27/10/2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – CIMAHI. Debat Publik yang digelar KPU Kota Cimahi Minggu malam 27 Oktober 2024 berjalan landai-landai saja, tidak terlihat ‘gereget’ nya seperti harapan masyarakat Kota Cimahi.
Hal ini disampaikan Pengamat Politik Kota Cimahi Kanda Kurniawan, saat menyaksikan debat publik yang disiarkan melalui BRAM RADIO Streaming.
Menurut Kanda, ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi masih dalam tahap pemaparan semata belum menjurus pada substansi permasalahan yang dihadapi masyarakat Kota Cimahi.
“Kita lihat bersama tadi, ketiga Paslon masih sebatas membeberkan visi misi dan program strategis yang sudah disiapkan tentunya, saya melihat yang terkandung didalamnya hanya sebatas jargon jargon kampanye yang sudah biasa disampaikan saat bertemu langsung dengan masyarakat. Jadi substansi debat yang diharapkan masih belum menyentuh sesuai ekspektasi kita bersama yang menyaksikan, belum ada warna-warni debat,” ungkap Kanda Kurniawan, Minggu malam 27/10/2024.
Kanda menilai, pokok persoalan dari pertanyaan para panelis bisa saja menggiring opini para Paslon untuk menyampaikan sesuai pertanyaan yng disampaikan.
“Saya menilai terlihat biasa saja bisa terjadi karena pertanyaan yang disampaikan panelis belum mengerucut dan tajam untuk membuka ide dan gagasan para pasangan calon Walikota. Kita bisa lihat tadi, persoalan pembangunan, ekonomi, UMKM, kesehatan, ada pendidikan, persoalan lingkungan dan banjir juga kepemudaan disampaikan para paslon datar-datar saja dan menurut saya umum sekali. Kami melihat hanya Paslon nomor urut Dua yang menjabarkan detail melalui targeting angka-angka yang bakal dilakukan nanti tetapi belum menyentuh pada langkah konkrit nya, tentu saja ini karena Paslon nomor dua sangat pengalaman dalam tata kelola pemerintahan, mereka menjelaskan bagaimana proses pembangunan yang diatur melalui RPJMN, RPjMD Provinsi dan RPJMD Kota harus selaras,” jelas Kanda.
- Penulis: Unggung Rispurwo




