Prospek Cerah Teknik Perminyakan di Tengah Transisi Energi
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Kamis, 1 Mei 2025 17:50 WIB
- visibility 211
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Teknik Perminyakan. (Sumber: Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, PENDIDIKAN – Teknik Perminyakan tetap menjadi salah satu jurusan strategis di tengah dorongan transisi energi bersih. Meskipun Indonesia menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, realisasinya hingga akhir 2024 baru mencapai 14,68% karena tantangan investasi dan biaya produksi. Sementara itu, sekitar 67% konsumsi gas bumi masih diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, menunjukkan peran penting industri minyak dan gas (migas) bagi perekonomian nasional.
Universitas Pertamina (UPER), sebagai kampus yang didirikan oleh PT Pertamina (Persero), menawarkan Program Studi Teknik Perminyakan yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri migas dan transisi energi. Mahasiswa dapat memilih peminatan sebagai berikut:
- Teknik Pengeboran: Fokus pada desain dan operasi pengeboran.
- Produksi & Manajemen Migas: Optimalisasi produksi energi.
- Teknik Reservoir: Karakterisasi dan simulasi reservoir migas.
- Minyak Digital & Big Data: Penggunaan teknologi digital untuk efisiensi produksi.
Peluang Karier Lulusan Teknik Perminyakan
Sektor Hulu (Eksplorasi & Produksi):
- Posisi: Drilling Engineer, Reservoir Engineer, Production Engineer.
- Gaji awal: Rp10–20 juta/bulan.
Sektor Hilir (Pengolahan & Distribusi):
- Posisi: Process Engineer, Pipeline Engineer.
- Gaji awal: Rp8–18 juta/bulan.
Jasa Migas & Teknologi Energi:
- Posisi: Field Engineer, Petroleum Data Analyst.
- Gaji awal: Rp12–25 juta/bulan (terutama di perusahaan multinasional seperti Schlumberger, Halliburton).
Energi Panas Bumi & Transisi Energi:
- Posisi: Geothermal Engineer, Energy Transition Specialist.
- Perusahaan: Star Energy, Supreme Energy.
Akademisi & Riset Energi:
- Posisi: Dosen, Peneliti Energi.
- Gaji awal: Rp6–15 juta/bulan.
Kompetensi kunci yang dibutuhkan dalam industri eksplorasi dan produksi migas meliputi penguasaan teknologi terkait proses eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi. Selain itu, kemampuan dalam menganalisis data dan menyelesaikan permasalahan teknis menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan operasional. Di tengah perkembangan teknologi, adaptasi terhadap inovasi baru seperti kecerdasan buatan (AI), digitalisasi proses, dan pemanfaatan big data menjadi semakin krusial untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional.
- Penulis: Hasanah 012




