Breaking News
Trending Tags

Potensi Monopoli Distribusi Siaran, Chanel FTA Timbulkan Kegelisahan

  • account_circle kusnadi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025 12:56 WIB
  • visibility 446
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

2. LCO Lebih Luas dari Operator Nasional, Tapi Redistribusi HBO Diduga Langgar Lisensi

LCO di Indonesia memiliki jaringan pelanggan sangat luas, diperkirakan lebih dari 10 juta pengguna secara nasional – bahkan melebihi banyak operator nasional.

Namun, yang menjadi masalah besar banyak operator nasional bekerja sama dengan HBO, lalu menyalurkan siaran ke LCO, yang kemudian menyalurkannya lagi ke hotel-hotel dan pelanggan akhir.

Dalam laporan ke HBO, hanya nama LCO yang dicantumkan, tanpa detail siapa saja properti atau hotel penerimanya. Padahal, ini bertentangan langsung dengan skema lisensi resmi HBO.

KENAPA INI BERBAHAYA DAN BERPOTENSI LANGGAR LISENSI?

A. Lisensi HBO Hospitality itu per properti, bukan per jaringan
Penggunaan HBO untuk keperluan hospitality (hotel) adalah bentuk public performance, sehingga wajib mencantumkan nama properti secara spesifik, bukan hanya entitas agregator.

B. LCO tidak boleh mendistribusikan ulang tanpa persetujuan eksplisit
Kecuali ada surat kuasa atau lisensi turunan langsung, HBO tidak pernah mengizinkan lisensi diturunkan ke pihak ketiga di luar perjanjian langsung.

C. Sistem ini menciptakan “grey network”

HBO kehilangan kontrol atas konten dan viewership

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: kusnadi
expand_less