Kenapa IQ Gen Z Lebih Rendah Dibanding Generasi Sebelumnya? Ini Kata Penelitian!
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026 09:27 WIB
- visibility 349
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknologi dan Turunnya Minat Baca
Banyak pihak menduga perubahan pola interaksi dengan teknologi menjadi faktor penting. Kehadiran kecerdasan buatan dan ponsel pintar memang membantu aktivitas sehari-hari, namun pada saat yang sama dapat membentuk ulang cara kerja otak.
Data dari National Literacy Trust pada 2024 menunjukkan hanya sekitar sepertiga anak usia 8–18 tahun yang menikmati membaca di waktu luang. Lebih sedikit lagi, hanya satu dari lima anak yang membaca buku setiap hari.
Riset tahun 2025 oleh University of Florida dan University College London juga menemukan kebiasaan membaca harian pada siswa yang lebih tua maupun orang dewasa di Amerika Serikat turun lebih dari 40 persen dalam dua puluh tahun.
Dampak Pandemi Memperlebar Kesenjangan
Efek penurunan IQ Gen Z makin terasa setelah masa pandemi. Studi Stanford University mendapati kelancaran membaca lisan murid kelas dua dan tiga merosot hampir 30 persen, terutama pada anak-anak dari wilayah berpenghasilan rendah.
Penelitian lain dari Harvard University mengungkap bahwa perbedaan dalam pemrosesan fonologis—kemampuan memecah bahasa tertulis sudah bisa terlihat sejak usia 18 bulan. Anak yang kehilangan dukungan membaca sejak dini berisiko menghadapi jurang literasi yang makin lebar saat dewasa.
Selain itu, kebiasaan scrolling media sosial tanpa arah serta paparan berita negatif terus-menerus disebut dapat mengganggu memori kerja. Otak yang terlalu sering menerima potongan informasi pendek menjadi kesulitan mempertahankan fokus dalam durasi panjang.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




