BPOM Temukan Ratusan Takjil Berbahaya, Mengandung Formalin hingga Boraks
- account_circle Aramuti Bunga
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026 19:23 WIB
- visibility 159
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPOM Temukan Ratusan Takjil Berbahaya (foto/BPOMRI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) temukan ratusan takjil berbahaya di berbagai wilayah Indonesia.
BPOM menganalisis 5.447 sampel takjil yang terindikasi memiliki kandungan berbahaya. Sampel tersebut diambil dari 2.407 pedagang di 513 titik lokasi penjualan seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil uji sampel, ditemukan 108 takjil yang tidak memenuhi standar atau mengandung zat berbahaya seperti formalin, borak, hingga mentanil yellow.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa penemuan takjil berbahaya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
“Kita sudah lakukan seluruh Indonesia di 513 titik khusus makanan takjil, terbanyak di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ada 27 sampel tidak memenuhi ketentuan, dan memang temuan takjil berbahaya ini meningkat juga dari tahun lalu,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Disusul temuan di wilayah Tangerang, Surabaya, hingga DKI Jakarta. DKI dilaporkan banyak mencatat kandungan berbahaya pada menu es cendol, sirup, dan kerupuk.
Taruna menyebut, temuan takjil berbahaya telah bergeser dari titik penjualan tahun lalu, menjadi bukti evaluasi BPOM berjalan efektif dan berefek jera bagi para pelaku.
Zat berbahaya yang sering ditemukan dalam berbagai jenis takjil di antaranya sebagai berikut:
- Penulis: Aramuti Bunga



