Breaking News
Trending Tags

BRIN Ungkap Dampak Bahaya Ikan Sapu-sapu Invasif Bagi Warga

  • account_circle Aramuti Bunga Shakila
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 10:01 WIB
  • visibility 234
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gema Wahyu Dewantoro mengungkapkan dampak bahaya ikan sapu-sapu di perairan Indonesia. Menurutnya, ikan sapu-sapu berpotensi merusak ekosistem.

“Ikan sapu-sapu merupakan ikan introduksi yang bersifat invasif sesuai Permen KP 19 tahun 2020. Ikan sapu-sapu sudah termasuk mencemari perairan karena sifatnya merusak dan reproduksinya tinggi, merusak jaring nelayan, melubangi pinggiran sungai atau danau,” ungkap Gema, dikutip dari detikNews, Rabu (15/4/2026).

Gema menjelaskan bahwa meskipun bukan predator, ikan sapu-sapu mampu menggeser populasi ikan asli. Ikan tersebut juga mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

“Dagingnya diduga mengandung logam berat sehingga dapat berdampak negatif apabila dikonsumsi dalam jangka panjang,” jelasnya.

Di sisi lain, peneliti BRIN, Haryono, menilai keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sudah tepat, mengingat populasi ikan tersebut yang semakin melimpah hingga mengganggu ekosistem perairan.

“Upaya seperti ini patut dicontoh untuk wilayah lain, bukan hanya penangkapan ikan sapu-sapu tetapi juga ikan invasif lainnya seperti ikan red devil,” ujarnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Aramuti Bunga Shakila
expand_less