Breaking News
Trending Tags

BPJS Kesehatan Beri Warning Kasus Gagal Ginjal Meningkat, Pembiayaan Melonjak

  • account_circle Aramuti Bunga Shakila
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026 12:00 WIB
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Concern kita yang utama di diabetes melitus dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif sehingga dalam jangka panjang akan sangat-sangat menurunkan pembiayaan kesehatan,” ujarnya, dikutip dari detikHealth, Rabu (15/4/2026).

Dihubungi terpisah, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi lonjakan signifikan penyakit gagal ginjal di Indonesia.

Pasien gagal ginjal kronis memerlukan perawatan hemodialisa atau cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal, terutama dalam menyaring limbah racun (ureum/kreatinin) dan kelebihan cairan dari tubuh.

Langkah ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal, menyeimbangkan elektrolit, dan menjaga kualitas hidup pasien.

Nadia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi minuman maupun makanan dengan kadar tinggi GGL (Gula, Garam, dan Lemak).

“Jadi memang hati-hati, ginjal itu seperti silent killer dan awalnya kenapa orang bisa sakit ginjal? Dia punya hipertensi dan penyakit gula yang tidak terkendali, sehingga pasti akan terganggu dengan ginjalnya,” ucapnya.

“Itu (penyakit gagal ginjal) peningkatannya paling tinggi dibandingkan lainnya dari sisi pembiayaan, berarti kan jumlah kasusnya banyak,” sambungnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Aramuti Bunga Shakila
expand_less