Breaking News
Trending Tags

Setiap Hari, 28 Warga Malaysia Alami Gagal Ginjal dan Harus Cuci Darah

  • account_circle Aramuti Bunga Shakila
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026 09:24 WIB
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Malaysia belakangan ini menjadi sorotan lantaran kasus gagal ginjal yang terus melonjak. Hal itu terlihat dari pembiayaan layanan kesehatan yang mencapai RM 3,3 miliar atau Rp 11 triliun, meningkat tajam dari semula RM 572 juta pada 2010 atau sekitar Rp 2 triliun.

Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad mengungkapkan lebih dari lima juta penduduk Malaysia mengalami kondisi tersebut. Ia menyebut persentase penyakit ginjal kronis melambung tinggi dari 9 persen pada 2011 menjadi 15,5 persen di 2025.

Menurutnya, sebagian besar pemicu gagal ginjal berkaitan dengan komplikasi diabetes. Pemerintah setempat pun mulai menaikkan cukai minuman manis guna menekan konsumsi gula berlebih.

“Setiap hari, 28 warga Malaysia didiagnosis mengalami gagal ginjal dan harus memulai pengobatan dialisis,” bebernya, dikutip dari media lokal.

Lebih lanjut, Dr Dzulkefly Ahmad menekankan bahwa penyakit ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tetapi juga memberikan tekanan finansial besar bagi negara.

“Jika kita gagal bertindak tegas sekarang, lebih dari 106.000 warga Malaysia akan membutuhkan perawatan dialisis pada 2040,” ujarnya.

Dana dari cukai minuman manis juga dimanfaatkan untuk pembiayaan obat Sodium-Glucose Transport Protein 2 (SGLT2) inhibitor, yang terbukti efektif mengobati diabetes serta mengurangi risiko komplikasi penyakit ginjal.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Aramuti Bunga Shakila
expand_less