Breaking News
Trending Tags

Yusril Buka Suara soal Larangan Nobar Film Pesta Babi di Sejumlah Kampus, Apa Katanya?

  • account_circle anshori
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026 10:36 WIB
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kritik yang muncul melalui film dokumenter juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Menurutnya, setiap masukan dari masyarakat, termasuk melalui karya seni dan dokumenter, seharusnya dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki kebijakan yang masih memiliki kekurangan.

Dia menilai pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik yang disampaikan melalui film tersebut guna mengevaluasi apabila ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki.

Pernyataan Yusril ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik publik. Dalam konteks demokrasi, kebebasan berekspresi tetap memiliki ruang selama dijalankan sesuai ketentuan hukum dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum.

Kontroversi seputar film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita memang memicu perhatian berbagai kalangan, terutama mahasiswa dan aktivis. Beberapa pihak menilai film tersebut penting sebagai media penyampaian suara masyarakat terkait dampak pembangunan di Papua. Namun di sisi lain, ada pula kelompok yang menganggap narasi dalam film terlalu provokatif dan berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.

Meski menuai pro dan kontra, Yusril menilai pendekatan dialog tetap menjadi langkah terbaik. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi atau opini yang berkembang di media sosial tanpa memahami isi film secara menyeluruh.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less