Breaking News
Trending Tags

ChromeOS Bakal Pensiun, Google Pilih Aluminium OS untuk Chromebook?

  • account_circle Azhar Ilyas
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aluminium OS bukanlah sekadar pembaruan kecil, melainkan sebuah platform desktop dan thin client masa depan yang dirancang untuk menyatukan kekuatan Android ke dalam pengalaman komputasi desktop. Strategi ini merupakan tindak lanjut dari konfirmasi Google pada tahun 2025 yang menyatakan keinginan mereka untuk melebur ekosistem Android dan ChromeOS menjadi satu kesatuan yang lebih solid.

Mengapa Google Memilih Aluminium OS?

Dilansir dari TechSpot, Jumat (6/02/2026), ada beberapa alasan mendasar mengapa Google merasa perlu melakukan perombakan total pada struktur perangkat lunak mereka. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  • Unifikasi Ekosistem: Selama bertahun-tahun, Google menjalankan dua sistem operasi yang berbeda secara paralel. Dengan menghadirkan Aluminium OS, Google ingin menciptakan keselarasan antara aplikasi mobile dan kebutuhan desktop tanpa adanya batasan teknis yang kaku.
  • Efisiensi Pengembangan: Bagi para pengembang aplikasi, menciptakan satu aplikasi yang berjalan optimal di ponsel, tablet, dan laptop jauh lebih efisien daripada harus menyesuaikan kode untuk dua platform yang berbeda.
  • Fleksibilitas Arsitektur: Salah satu keunggulan utama dari Aluminium OS adalah kemampuannya untuk berjalan di berbagai arsitektur prosesor, baik itu berbasis Arm yang hemat daya maupun x86 yang bertenaga tinggi. Hal ini membuka peluang bagi hadirnya laptop murah namun tetap memiliki performa mumpuni.

Rencana besar ini tidak lepas dari tekanan hukum yang dialami Google. Setelah kalah dalam gugatan Departemen Kehakiman AS terkait monopoli mesin pencari, Google kini berada di bawah pengawasan ketat regulator. Hakim menyatakan bahwa Google telah memegang posisi monopoli secara ilegal, yang memaksa perusahaan untuk mengevaluasi kembali struktur bisnis dan produk mereka.

  • Penulis: Azhar Ilyas
expand_less