Breaking News
Trending Tags

ChromeOS Bakal Pensiun, Google Pilih Aluminium OS untuk Chromebook?

  • account_circle Azhar Ilyas
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Meskipun peramban Chrome tetap dipertahankan sebagai produk inti, masa depan sistem operasi mereka harus beradaptasi dengan realitas hukum yang baru. Transisi ke sistem operasi baru ini bisa dilihat sebagai upaya Google untuk melakukan “penyegaran” profil perusahaan agar lebih kompetitif namun tetap mematuhi regulasi yang ada.

Nasib Pengguna Chromebook ChromeOS dan Masa Transisi

Bagi Anda pengguna setia Chromebook ChromeOS, tidak perlu merasa khawatir dalam waktu dekat. Google secara tegas berkomitmen untuk memberikan dukungan perangkat lunak dan pembaruan keamanan selama setidaknya 10 tahun bagi perangkat yang sudah beredar. Artinya, dukungan teknis dipastikan tetap tersedia setidaknya hingga tahun 2033.

Masa transisi ini dirancang agar tidak mengganggu operasional pengguna di sektor pendidikan dan bisnis, yang merupakan pasar terbesar bagi perangkat ini. Karakteristik sistem operasi yang ringan, aman, dan mudah dikelola tetap menjadi prioritas utama selama proses migrasi ke platform baru berlangsung.

Apa yang Diharapkan dari Aluminium OS?

Sebagai penerus ChromeOS, sistem operasi ini diprediksi akan membawa banyak peningkatan signifikan yang belum pernah ada sebelumnya:

  • Dukungan Aplikasi yang Lebih Luas: Selain mendukung aplikasi Android secara penuh, sistem ini juga dirancang untuk menjalankan aplikasi lama dari platform sebelumnya yang sudah dioptimalkan untuk layar besar.
  • Antarmuka yang Lebih Modern: Fokus pada penggunaan desktop berarti akan ada perombakan pada manajemen jendela (window management), taskbar, dan navigasi yang lebih ramah bagi pengguna mouse dan keyboard.
  • Integrasi AI yang Lebih Mendalam: Mengingat tren teknologi saat ini, hampir pasti Google akan menyematkan fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih di tingkat sistem operasi.

Langkah berani Google ini tentu tidak akan berjalan mulus tanpa hambatan. Perubahan drastis sering kali memicu kontroversi, terutama terkait kompatibilitas perangkat keras lama dan kebiasaan pengguna yang sudah nyaman dengan sistem yang ada. Selain itu, sorotan tajam dari regulator global akan terus membayangi setiap langkah Google dalam membangun dominasi baru di pasar perangkat murah.

  • Penulis: Azhar Ilyas
expand_less