Breaking News
Trending Tags
Beranda » PEMKOT BANDUNG » Dinkes Kota Bandung Ajak Masyarakat Terus Waspadai Penyebaran DBD

Dinkes Kota Bandung Ajak Masyarakat Terus Waspadai Penyebaran DBD

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Potensi peningkatan kasus DBB sepatutnya menjadi perhatian bersama. Pencegahan dan penanggulangan penyebaran Demam Berdarah Dengue menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.

“Kita harus bekerja sama untuk melawan penyakit ini. Semua elemen masyarakat harus turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujar Agung, S.KM, Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Pencegahan penyebaran DBD sejatinya berasal dari rumah dan tempat berkegiatan terdekat.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus menjadi modal utama dan yang paling berhasil dalam mengatasi penyebaran virus DBD ini. Memeriksa talang air/ tempat genangan air di sekitar rumah menjadi cara yang bisa kita lakukan,” lanjutnya.

Agung, S.KM, Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular

3M Plus terdiri dari menyikat/menguras, Menutup dan memanfaatkan/ menggunakan barang bekas bernilai ekonomis (Daur Ulang) sehingga lebih berguna serta mengurangi potensi penyebaran jentik virus DBD.

Di samping itu, Agung juga menyebut bahwa sosialisasi dan ajakan untuk penanganan DBD sudah terus dilakukan, baik melalui media massa, media sosial, hingga sosialisasi langsung di Puskesmas.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada seluruh pengawai Kota Bandung melalui Mang Bagja dan kepada seluruh Masyarakat melalui gerakan serentak (Gertak) PSN,” ujarnya.

“Dinkes juga mendorong aktivasi Jumancil di sekolah-sekolah. Di sekolah ini, kita memantau juga potensi adanya jentik di lingkungan sekolah. Misalkan di kolam, vas bunga, atau talang air. Ini yang harus kita perhatikan,” terang Agung.

Jumancil merupakan sekumpulan peserta didik di sekolah yang dilatih untuk menjadi pemantau jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD).

Agung juga menyebut Dinkes sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

“Kami kerjasama dengan perguruan tinggi melalui pemasangan ovitrap dan pemantauan berbasis internet untuk memantau potensi penderita demam berdarah,” ungkap Agung.

Disinggung soal kasus DBD, Agung menyebut pihaknya sudah memprediksi adanya lonjakan kasus DBD.

“Ini terjadi karena adanya El Nino ditambah dengan iklim, suhu dan lingkungan di Bandung yang cocok untuk perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Kendati demikian, berbagai upaya tentu terus dilakukan untuk pencegahan, penanganan, dan pemberantasan DBD di masyarakat,” tukas Agung.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less
Skip to toolbar