Djadjang Nurdjaman Kembali ke Persib sebagai Direktur Teknik, Fokus pada Pembinaan Usia Muda
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Manajemen Persib Bandung resmi menunjuk Djadjang Nurdjaman sebagai Direktur Teknik, posisi strategis yang ditujukan untuk memperkuat sistem pembinaan pemain muda. Penunjukan ini menjadi bagian dari agenda transformasi internal klub dalam pengembangan jangka panjang.
“Persib tengah menjalankan proses transformasi menyeluruh. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat sistem pembinaan usia muda,” kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Jumat (2/5/2025).
Djadjang bukan sosok asing di lingkungan Persib. Ia tercatat pernah memperkuat tim sebagai pemain pada periode 1977–1978 dan 1986–1992.
Setelah pensiun, perannya berlanjut sebagai pelatih dalam berbagai kapasitas, mulai dari asisten hingga pelatih kepala. Prestasinya termasuk membawa Persib meraih gelar Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015.
Sebagai Direktur Teknik, Djadjang akan bertugas menyusun kurikulum pembinaan, mengidentifikasi talenta potensial, dan memantau sistem akademi klub. Ia tidak berada dalam struktur tim utama, namun posisinya dianggap krusial dalam menunjang regenerasi pemain.
“Direktur Teknik harus memahami kultur sepak bola lokal dan memiliki rekam jejak kepelatihan di level tinggi. Djadjang memenuhi kriteria tersebut,” lanjut Adhit.
Perjalanan Djadjang di Persib dimulai sejak usia remaja. Ia sempat menjadi pencetak gol kemenangan pada final Kompetisi Perserikatan 1986, yang mengakhiri puasa gelar selama 25 tahun. Ia juga terlibat dalam keberhasilan Persib menjuarai Divisi Utama 1989/1990.
Usai pensiun, Djadjang menjadi bagian dari staf kepelatihan dan berkontribusi dalam dua gelar juara beruntun pada 1993/1994 dan 1994/1995.
Ia kembali dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2013, membawa Persib ke puncak ISL 2014 dan menjuarai Piala Presiden 2015. Sebelumnya, ia juga menjalani pelatihan kepelatihan di Inter Milan.
Kini, delapan tahun setelah terakhir kali menukangi tim, Djadjang kembali ke klub dengan peran baru. Fokus utamanya adalah membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, menyasar talenta-talenta muda dari Bandung dan Jawa Barat.
Ia menyatakan akan menekankan pada pembentukan karakter, selain aspek teknis dan fisik.
“Para pemain muda diharapkan tidak hanya siap secara kemampuan, tetapi juga membawa etika dan sikap profesional sebagai bagian dari proses regenerasi Persib Bandung,” tegasnya.
- Penulis: Bobby Suryo
