Breaking News
Trending Tags

Pertumbuhan 5,61% Dinilai Ilusif dan Subsidi Rp203,7T Bocor

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 19:27 WIB
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang positif menyimpan risiko kerentanan struktural.

Pencapaian 5,61 persen pada Triwulan I-2026 memang menunjukkan pemulihan, namun menurut pengamat tersebut pertumbuhan ekonomi itu banyak ditopang oleh faktor musiman.

Eisha M. Rachbini dari Indef menegaskan bahwa lonjakan konsumsi saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, efek basis rendah, dan realisasi belanja pemerintah pada awal tahun jadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi.

Eisha M. Rachbini, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyampaikan penilaiannya dalam paparan publik.

Dia juga mencatat bahwa Indeks Penjualan Riil menunjukkan penurunan, bahkan mencatat angka negatif pada periode yang sama.

Penurunan penjualan riil ini menandakan permintaan domestik belum sepenuhnya kokoh di luar dorongan musiman.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat merosot menjadi 120,9 pada Mei 2026 dari 123,0 pada April 2026.

Angka IKK 120,9 merupakan level terendah sejak September 2025, menurut data yang dipaparkan.

Eisha menyoroti volatilitas harga pangan global sebagai salah satu faktor yang menekan daya beli rumah tangga.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less