Breaking News
Trending Tags

Konsolidasi BUMN dari 1.000 ke 250 Dinilai Pangkas Biaya

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 20:49 WIB
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengurangan struktur perusahaan negara melalui perampingan BUMN menjadi sorotan utama terkait upaya memangkas beban fiskal dan memperkuat mekanisme pengawasan.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai bahwa perampingan BUMN penting untuk menurunkan tekanan anggaran yang timbul dari struktur manajemen yang besar.

Ibrahim mengatakan langkah konsolidasi dan penggabungan entitas diharapkan memperjelas tata kelola sehingga pengawasan oleh lembaga seperti Danantara bisa lebih efektif.

Menurut Ibrahim, perampingan BUMN yang dilakukan pemerintah sudah menunjukkan arah yang tepat dalam mengurangi belanja untuk direksi dan komisaris.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.

Ibrahim menambahkan bahwa perusahaan hasil konsolidasi diharapkan mampu membukukan laba yang lebih stabil dan memberi kontribusi fiskal kepada negara.

Mengenai nasib karyawan yang terdampak, ia menyebutkan pemerintah dan Danantara telah menyiapkan skema penempatan ulang atau penggabungan tenaga kerja ke unit usaha lain yang memerlukan sumber daya manusia.

“Pemerintah pasti sudah mempunyai satu program juga, dan Danantara sudah mempunyai program bahwa karyawan-karyawan ini mau dikemanakan,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat mata uang dan komoditas.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less