Konsolidasi BUMN dari 1.000 ke 250 Dinilai Pangkas Biaya
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 20:49 WIB
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konsolidasi BUMN Dinilai Efektif Pangkas Biaya, Perkuat Laba
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam pidato penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, 29 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pengurangan jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 250.
Prabowo menyatakan, “Dari 1000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah, ya. Gimana Pak Erick? Pak Erick Thohir, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250.”
Presiden menyoroti beban overhead yang muncul karena banyaknya entitas yang tidak produktif, termasuk jumlah direksi dan komisaris yang besar.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 Dirut, 750 Direksi kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara,” ujar Prabowo Subianto.
Pengamat dan pemerintah sepakat bahwa tujuan konsolidasi adalah memperkecil biaya operasi, memperketat pengawasan, dan meningkatkan kontribusi laba BUMN kepada kas negara.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pelaksanaan teknis, termasuk mekanisme penempatan kembali tenaga kerja dan pengawasan berkelanjutan oleh pemerintah serta pemangku kepentingan.
Evaluasi berkala dan transparansi proses menjadi kunci agar perampingan BUMN menghasilkan struktur yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi keuangan negara.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



