Breaking News
Trending Tags

Revisi DMO diperlukan untuk menjaga pasokan PLN 154 juta ton

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 22:14 WIB
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Para peneliti mendorong reformasi DMO sebagai langkah awal yang krusial untuk meredam krisis pasokan batu bara bagi pembangkit listrik nasional.

Temuan ini disampaikan oleh Prof Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran dalam kajian berjudul Mengatasi Pemadaman Listrik di Indonesia: Sebuah Rencana Debottlenecking pada Senin, 29 Juni 2026, yang menempatkan reformasi DMO sebagai prioritas utama.

Prof Yayan mencatat bahwa harga DMO yang dipatok sekitar 70 Dolar AS per ton masih jauh di bawah Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada Juni 2026, yaitu 84,53 Dolar AS hingga 121,83 Dolar AS per ton, sehingga memperkuat urgensi reformasi DMO.

Perbedaan harga tersebut mendorong beberapa penambang lebih memilih ekspor daripada memenuhi kebutuhan domestik.

Akibatnya, pasokan untuk unit pembangkit menjadi tertekan dan stok menurun drastis.

PLN diperkirakan membutuhkan sekitar 154 juta ton batu bara, sementara kontrak pasokan baru tercatat sekitar 134 juta ton.

Penurunan stok membuat cadangan batu bara di pembangkit hanya sekitar 10 hari, jauh di bawah batas minimal yang ditetapkan sebesar 25 hari.

Dalam pemodelan yang disajikan, perubahan mekanisme harga diperkirakan dapat menutup sekitar 72 persen dari kesenjangan pemadaman listrik secara nasional.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less