Breaking News
Trending Tags

Bahlil sebut B50 hentikan impor solar, hemat devisa Rp170T

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 18:06 WIB
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menyatakan implementasi B50 resmi mengakhiri kebutuhan impor solar ke Indonesia setelah peluncuran program yang berlangsung pada 9 Juli 2026.

Peluncuran program mandatori itu digelar di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Penerapan B50 diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai langkah praktis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.

Bahlil menjelaskan bahwa konsumsi solar nasional selama ini berada pada kisaran 38 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun.

Menurutnya, dari angka tersebut negara sebelumnya masih mengimpor sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter setiap tahun.

Pemerintah menilai percepatan penggunaan B50 bukan keputusan mudah karena peningkatan kadar biodiesel biasanya dilakukan secara bertahap dan memerlukan penyesuaian teknis.

Arahan Presiden Prabowo Subianto agar B50 dapat diterapkan pada 2026 menjadi pendorong agar seluruh instansi terkait bekerja lebih cepat.

Bahlil menegaskan bahwa target ini bukan sekadar soal bahan bakar, melainkan bagian dari upaya kedaulatan dan kemandirian energi nasional.

Secara teknis, B50 adalah bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50 persen solar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less