Emas naik ke US$4.130,58 karena perburuan murah dan geopolitik
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 08:07 WIB
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harga Emas Menguat Oleh Bargain Hunting, Sentimen Geopolitik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Harga emas kembali naik setelah aksi perburuan harga murah mendorong koreksi rebound, setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan terakhir.
Pergerakan harga emas tercermin pada lonjakan emas spot yang naik 1,3 persen ke level 4.130,58 Dolar AS per ons.
Pulihnya pasar juga terlihat pada emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus yang ditutup menguat 1,4 persen di posisi 4.140,80 Dolar AS per ons, sementara perak spot menguat 3,4 persen menjadi 60,25 Dolar AS per ons; kondisi ini turut memperlihatkan tekanan pada harga emas di sesi sebelumnya.
Risiko geopolitik kembali meningkat setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.
Insiden tersebut mengancam perjanjian gencatan senjata yang baru berjalan tiga pekan dan memunculkan kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga energi.
Kenaikan harga energi berisiko mendorong inflasi, faktor yang biasanya meningkatkan minat terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Namun, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga tetap menjadi faktor penekan, dengan FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan peluang 62 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




