Bulog catat stok beras 5,2 juta ton, BPS: harga terkendali
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026 15:55 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Stok Beras Bulog 5,2 Juta Ton, BPS: Harga Masih Terkendali
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sejak Januari hingga awal Juli 2026, realisasi penyaluran CBP mencapai 1,36 juta ton untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, alokasi untuk aparatur sipil negara di wilayah tertentu, serta penanganan bencana alam.
Pemerintah juga memperluas program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat guna menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.
Bapanas melaporkan telah melaksanakan lebih dari 5.573 GPM di 37 provinsi dan lebih dari 378 kabupaten/kota.
Selain itu, bantuan pangan beras akan diberikan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga akses pangan.
Pemerintah memutuskan melanjutkan program bantuan pangan beras mulai Juli 2026 selama tiga bulan dengan total penyaluran 997,3 ribu ton, sehingga hingga akhir tahun total bantuan pangan beras diperkirakan mencapai sekitar 1,66 juta ton.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh pemerintah daerah mengaktifkan pasar murah untuk komoditas pokok seperti beras, ayam, dan telur, dengan dukungan BUMN seperti Bulog dan ID FOOD.
BPS melaporkan perbaikan pada komponen harga bergejolak; inflasi pangan year-to-date Januari–Juni 2026 sebesar 1,61 persen, turun dari 2,15 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




