Piala Dunia 2026 picu perputaran ekonomi Rp5,03 triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 16:53 WIB
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

Piala Dunia 2026 Dorong Ekonomi Nasional Lebih Rp 5 Triliun
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Data makro mendukung temuan ini; sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026.
Partisipasi masyarakat selama babak penyelenggaraan menjadi pendorong utama konsumsi tersebut.
Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7-13 Juli 2026 menunjukkan pola pengeluaran yang berdampak luas pada UMKM.
Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata, mengungkap 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng setidaknya satu kali.
Rata-rata pengeluaran per kali kegiatan tercatat sekitar Rp51 ribu sehingga keseluruhan rata-rata pengeluaran per orang selama turnamen mencapai sekitar Rp145 ribu.
Mayoritas belanja diarahkan ke makanan dan minuman, paket data, serta kebutuhan pendukung acara yang mendongkrak omzet pelaku usaha mikro dan kecil.
Suwandi menambahkan 79,9 persen responden memberi penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI.
Selain itu, 73 persen responden menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia 2026 karena akses siaran yang gratis, minim iklan, dan mudah dijangkau.
Kukrit menekankan kolaborasi antar-pemangku kepentingan sebagai kunci memaksimalkan manfaat ekonomi dari gelaran ini.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




