Airlangga bantah label Tier 2 dan sebut Chandra Asri
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026 02:45 WIB
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah Indonesia membantah keras tudingan keterlibatan dalam jaringan transhipment yang disampaikan dalam laporan pemerintah Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan klaim soal transhipment tersebut tidak mencerminkan kondisi perdagangan nasional.
Laporan berjudul The Great Transhipment Scam menempatkan Indonesia di Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, dan Turki, namun menurut pemerintah klaim itu dibuat tanpa pemberitahuan kepada Indonesia.
Airlangga menyampaikan penjelasan itu dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menyoroti rujukan pada kawasan industri Batam dan Bekasi serta menegaskan kedua kawasan tersebut telah berkembang sejak 1990-an.
Airlangga juga menegaskan industri plastik di dalam negeri mayoritas dikelola oleh perusahaan nasional dan bukan berbasis proses transhipment dari negara ketiga.
Menurutnya, bahan baku plastik tersedia dari produsen domestik seperti Chandra Asri dan Lotte Chemical sehingga rantai pasokan tetap berakar di dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa produk kemasan plastik sebagian besar dipakai di pasar domestik atau diekspor ke negara sekitar, tetapi bukan diarahkan ke Amerika Serikat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




