Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive Tegaskan Mitra Mereka yang Temui Gibran, Bantah Tuduhan Garda Indonesia
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Empat perusahaan penyedia layanan ojek online—Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive—membantah klaim Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia yang mempertanyakan keabsahan perwakilan pengemudi yang bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Keempat perusahaan tersebut menegaskan bahwa individu-individu yang hadir dalam pertemuan bersama Gibran adalah mitra pengemudi resmi yang masih aktif di platform masing-masing.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, mengonfirmasi bahwa dua mitra Grab, Riska dan Arief, hadir dalam dialog bersama Wapres atas undangan resmi dari Kantor Wakil Presiden. Ia menambahkan bahwa kehadiran mereka mewakili suara mitra pengemudi di tengah situasi demonstrasi yang tengah berlangsung di sejumlah daerah.
“Pertemuan itu diinisiasi pemerintah untuk mendengar langsung suara para mitra. Grab dan aplikator lainnya memang diundang untuk menghadirkan perwakilan pengemudi,” ujar Tirza, Selasa (2/9).
Sementara itu, Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, memastikan bahwa salah satu peserta yang mengenakan jaket Gojek adalah mitra aktif Gojek bernama Mohamad Rahman Tohir, yang dikenal di kalangan pengemudi dengan nama Cang Rahman. Ia telah menjadi mitra sejak tahun 2015.
“Kami tegaskan, Cang Rahman adalah pengemudi aktif Gojek. Ia hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari undangan resmi pemerintah,” jelas Ade.
Maxim pun menyampaikan hal senada dalam pernyataan resminya. Meski tidak menyebutkan identitas mitranya, perusahaan itu menegaskan bahwa pengemudi yang hadir merupakan mitra resmi dan aktif di platform mereka.
“Pengemudi yang terlibat dalam pertemuan itu adalah mitra resmi Maxim yang terdaftar dan masih aktif beroperasi,” tulis pernyataan resmi Maxim.
InDrive juga memberikan konfirmasi bahwa dua mitra mereka turut berpartisipasi dalam dialog tersebut. Keduanya, menurut InDrive, telah menjadi bagian dari komunitas pengemudi sejak 2020.
“Dua pengemudi yang hadir merupakan mitra aktif inDrive dan telah bekerja bersama kami sejak 2020 dengan dedikasi tinggi. Mereka berkontribusi penting dalam layanan kami,” tulis pernyataan resmi InDrive.
Di sisi lain, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengaku tidak mengenal individu-individu yang hadir dalam pertemuan dengan Wapres. Ia menyatakan bahwa para peserta dialog bukan berasal dari asosiasinya, yang selama ini dikenal sebagai organisasi formal dan terdaftar resmi di pemerintahan.
“Saya tidak tahu siapa mereka. Tidak ada yang kami kenal atau tahu mereka mewakili kelompok mana,” ujar Igun.
Lebih jauh, Igun bahkan menuding kemungkinan adanya manipulasi dalam proses pemilihan peserta, dan mempertanyakan apakah mereka benar-benar pengemudi ojol atau hanya berpura-pura menggunakan atribut ojol.
“Jangan-jangan ini hanya akal-akalan pemerintah. Bisa jadi yang hadir bukan benar-benar pengemudi, melainkan orang yang disuruh mengenakan jaket ojol,” sindir Igun.
- Penulis: Bobby Suryo
