Breaking News
Trending Tags

GTA 6 Belum Juga Dirilis, Ternyata Ini Alasannya

  • account_circle Azhar Ilyas
  • calendar_month 14 Februari 2026, 19:05 WIB
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – GTA 6 masih terus dinantikan para gamer di seluruh dunia, tidak hanya karena antisipasi yang luar biasa besar, tetapi juga karena proses pengembangannya yang memakan waktu lebih dari satu dekade.

Di tengah tren industri teknologi yang mulai beralih ke kecerdasan buatan, Strauss Zelnick selaku CEO Take-Two Interactive memberikan pernyataan mengejutkan. Ia mengonfirmasi bahwa dalam proses kreatif pembuatan dunia GTA 6, pihak pengembang sama sekali tidak mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau AI generatif.

Keputusan ini tentu menarik perhatian banyak pihak, mengingat Rockstar Games dikenal sebagai studio yang selalu mendorong batasan grafis dan detail dalam setiap karyanya. Lantas, apa yang sebenarnya mendasari keputusan mereka untuk tetap menggunakan metode konvensional di era digital yang serba otomatis ini?

Filosofi Desain Rockstar: Sentuhan Manusia di Setiap Sudut

Dalam sebuah wawancara mendalam bersama GameIndustry, Strauss Zelnick menegaskan bahwa filosofi utama dari Rockstar Games adalah “karya tangan” atau handcrafted.

Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen visual GTA 6 yang akan kita lihat nanti, mulai dari arsitektur bangunan, tata letak jalanan, hingga ekosistem lingkungan yang mendetail, dikerjakan secara manual oleh tim desainer mereka.

Pendekatan ini sangat kontras dengan banyak pengembang game modern yang mulai menggunakan sistem prosedural untuk menciptakan aset dalam jumlah besar secara otomatis.

Bagi Rockstar, kualitas imersif dari sebuah game open-world terbaru hanya bisa dicapai jika setiap detailnya memiliki sentuhan artistik manusia yang spesifik, bukan sekadar hasil algoritma yang berulang.

Meskipun AI generatif saat ini mampu menghasilkan gambar, teks, hingga model 3D dalam waktu singkat, Zelnick percaya bahwa teknologi tersebut belum bisa menggantikan esensi kreativitas manusia dalam menciptakan properti hiburan berskala besar. Ada beberapa alasan utama mengapa Rockstar menghindari penggunaan AI untuk proyek GTA 6:

  • Orisinalitas dan Detail: AI cenderung bekerja berdasarkan pola yang sudah ada. Untuk game sekelas GTA, Rockstar ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan unik yang tidak bisa dihasilkan oleh data latihan AI.
  • Kualitas Visual yang Konsisten: Dengan mengerjakan semuanya secara manual, tim pengembang memiliki kendali penuh atas setiap piksel yang muncul di layar, memastikan tidak ada kegagalan logika visual yang sering ditemukan pada konten hasil AI.
  • Kedalaman Narasi dan Lingkungan: Setiap sudut kota dalam game ini dirancang untuk bercerita. Sentuhan manusia memastikan bahwa penempatan sebuah objek di dalam game memiliki tujuan naratif tertentu.

Walaupun menolak penggunaan AI generatif untuk pengembangan aset inti di GTA 6, bukan berarti Take-Two Interactive anti terhadap teknologi. Zelnick mengungkapkan bahwa perusahaan induk tersebut sebenarnya sangat aktif mengadopsi AI dalam berbagai lini bisnis lainnya.

“Saat ini kami memiliki ratusan proyek percontohan dan implementasi AI di seluruh perusahaan dan berbagai studio kami,” ungkap Zelnick.

Ia mengakui bahwa AI sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat alur kerja di bidang operasional, analisis data, hingga layanan pendukung. Namun, ketika bicara soal “jiwa” dari sebuah game, kreativitas manusia tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Proses pengerjaan awal game ini kabarnya sudah dimulai sejak tahun 2014, tak lama setelah suksesornya meledak di pasaran. Waktu pengembangan yang hampir mencapai 12 tahun ini sering kali membuat fans tidak sabar. Namun, dengan penjelasan Zelnick mengenai metode handcrafted, publik kini mulai memahami mengapa waktu yang dibutuhkan begitu lama.

Membangun sebuah negara bagian fiktif yang terinspirasi dari Florida (Leonida) dengan tingkat detail yang belum pernah ada sebelumnya membutuhkan dedikasi ribuan staf ahli. Tanpa bantuan sistem otomatisasi massal, setiap pohon, kendaraan, dan karakter figuran (NPC) mendapatkan perhatian khusus agar dunia game terasa “hidup”.

Kapan Jadwal Rilis GTA 6?

Bagi para penggemar yang sudah sangat haus akan informasi terbaru, jadwal rilis GTA 6 direncanakan jatuh pada bulan November 2026. Meskipun masih harus menunggu beberapa tahun lagi, komitmen Rockstar untuk tidak mengambil “jalan pintas” menggunakan AI generatif memberikan harapan besar bahwa game ini akan kembali menjadi standar baru dalam industri video game global.

Dengan rekam jejak mereka yang sukses melalui seri Red Dead Redemption 2 yang sangat detail, ekspektasi terhadap seri Grand Theft Auto terbaru ini berada di level tertinggi. Para pemain mengharapkan sebuah dunia yang benar-benar organik, di mana setiap interaksi terasa nyata dan tidak mekanis.

Keputusan Strauss Zelnick dan Rockstar Games untuk tetap setia pada metode manual adalah sebuah pernyataan berani di tengah gempuran teknologi. Hal ini membuktikan bahwa dalam industri kreatif, teknologi seharusnya hanyalah alat bantu, bukan pengganti peran utama manusia. Dedikasi terhadap kualitas inilah yang membuat setiap rilisan Rockstar selalu menjadi fenomena budaya dunia.

  • Penulis: Azhar Ilyas
expand_less