Sejumlah Kepala Daerah Diduga Lakukan Money Laundry di Kasino
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Senin, 16 Des 2019 18:09 WIB
- visibility 472
- comment 0 komentar
- print Cetak

Money Laundry
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya akan bertindak jika dugaan adanya beberapa kepala daerah yang melakukan pencucian uang hasil korupsi di kasino luar negeri terbukti.
Asep menjelaskan, untuk bisa menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang pencucian uang di kasino, harus memiliki minimal dua alat bukti yang cukup. Sehingga perkara dugaan pencucian uang bisa masuk ke ranah penyelidikan Polri. “Karena pelaporan itu harus ada cukup bukti minimal dua alat bukti yang cukup untuk tindak pidana pasti akan tindaklanjuti,” kata Asep.
menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri,” kata Ketua
PPATK bahkan menengarai ada sejumlah pencuci uang profesional yang menjalankan bisnis konsultasi di Indonesia. Mereka memberikan arahan kepada pelaku kejahatan, salah satunya koruptor untuk menempatkan uangnya agar tak terdeteksi aparat hukum.
Tak cuma PPATK, Komisi Pemberantasan Korupsi juga mendeteksi modus serupa dalam transaksi suap. Seorang aparat hukum menyebut modus ini baru dideteksi pada 2019. Caranya, penyuap memberikan uang dalam bentuk koin kasino. Koin itu kemudian ditukarkan kembali oleh si penerima suap. “Seolah-olah yang itu hasil menang judi,” kata dia.
- Penulis: hasanah 006



