Iis Turniasih: Pengembangan Desa Wisata Harus Libatkan Akademisi dan Aspirasi Masyarakat Desa
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month 26 Desember 2022, 09:54 WIB
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kajian ilmiah diperlukan untuk mendengar langsung apa yang seharusnya dibutuhkan masyarakat desa.
Selain itu, peran akademisi dibutuhkan dalam penguatan kapasitas sumberdaya pariwisata, seperti peningkatan kapasitas bahasa asing, penguasaan seni dan budaya, penguasaan teknologi informasi hingga pengetahuan bagaimana merawat fasilitas dan infrastruktur wisata yang tersedia.
“Jadi, pengembangan pariwisata berbasis desa harus benar-benar dilakukan dan terintegrasi dengan masyarakat desa, hal ini penting mengingat selain sumberdaya alam, sumberdaya manusia sebagai pelakunya harus disiapkan dengan baik dan profesional dengan melibatkan akademisi,” ujar legislator PDI Perjuangan asal Dapil X Jabar Kabupaten Purwakarta dan Karawang ini.
Desa Menghadapi Permasalahan Klasik
Jawa Barat yang memiliki potensi ratusan desa wisata dengan destinasi pariwisata masing-masing. Hanya saja, desa-desa di Jawa Barat menghadapi persoalan klasik, yakni infrastruktur dan aksesibilitas.
Masalah tersebut masih dihadapi desa-desa atau destinasi wisata yang ada di Jawa Barat secara umum.
“Harapannya apa yang telah menjadi komitmen bersama terkait implementasi Perda Desa Wisata harus terus di sosialisasikan dan di realisasikan. Hal-hal mendasar tentang infrastruktur tentu harus sejalan dengan semangat dan target yang akan dicapai, tidak hanya sebatas slogan saja,” tegas Iis.
- Penulis: Unggung Rispurwo



