Indonesia Terima Kembali 28 Ribu Fosil Dubois, Simbol Pemulihan Martabat Ilmu Pengetahuan
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pemerintah Indonesia resmi menerima kembali 28 ribu fosil Dubois dari Pemerintah Belanda, termasuk di dalamnya fosil legendaris manusia purba Pithecanthropus Erectus. Serah terima tersebut menandai kembalinya salah satu koleksi arkeologi paling penting dalam sejarah evolusi manusia ke tanah asalnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pemulangan koleksi yang ditemukan di Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1891–1892 ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pengetahuan dunia.
“Koleksi Dubois bukan sekadar artefak ilmiah, melainkan jejak lahirnya pemahaman tentang manusia modern. Kini, warisan itu kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujar Fadli dalam pernyataannya, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, pengembalian koleksi Dubois bukan hanya peristiwa kultural, tetapi juga momentum diplomatik yang memperlihatkan pengakuan dunia terhadap kedaulatan Indonesia atas kekayaan ilmiah dan sejarahnya.
“Hari ini kita memulihkan martabat pengetahuan dan menutup bab panjang keterputusan sejarah. Indonesia kini menjadi pelaku utama dalam percakapan global mengenai asal-usul manusia,” tambahnya.
Fadli juga menegaskan, kepulangan fosil-fosil tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan riset arkeologi dan paleoantropologi di tanah air. “Kita tidak lagi sekadar menjadi lokasi penemuan, melainkan pusat produksi pengetahuan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, menjelaskan bahwa pengembalian ini dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Pemerintah Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah adanya rekomendasi dari Komite Koleksi Kolonial independen di Belanda.
“Komite melakukan kajian yang komprehensif untuk memastikan pengembalian ini sesuai prinsip keadilan dan kolaborasi ilmiah. Kami berkomitmen melanjutkan kerja sama riset antara lembaga di Belanda dan Indonesia,” ungkap Gouke.
Ia menambahkan, fosil-fosil dalam koleksi Dubois—termasuk tempurung kepala, gigi geraham, dan tulang paha manusia purba—merupakan sumber penting bagi studi evolusi manusia.
Pemulangan koleksi ini menandai babak baru diplomasi budaya Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada pelestarian benda pusaka, tetapi juga pada pemulihan hak atas warisan ilmu pengetahuan dunia.
- Penulis: Bobby Suryo
