Ineu Purwadewi Ingatkan Pemerintah Terkait Layanan Ibadah Haji
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Senin, 20 Mei 2024
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua DPRD Jabar Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – BANDUNG. Pelaksanaan Ibadah Haji 1445 Hijriah akan segera dimulai. Beberapa tahapan pelaksanaan ibadah haji ini pun telah dilaksanakan, seperti halnya pemberangkatan calon jamaah tak terkecuali calon jamaah haji asal Jawa Barat.
Mengawal pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M menyampaikan selain memperhatikan persiapan, sangat penting bagi Pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pelayanan jamaah haji.
“Persiapan tentunya harus diperhatikan Pemerintah terutama terkait fasilitas pelayanan Jamaah Haji. Meskipun secara umum pelayanan di Embarkasi dianggap sudah baik. Seperti diketahui, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, telah melepas para jamaah ke tanah suci Makkah,” kata Ineu Purwadewi saat dikonfirmasi, Senin 20 Mei 2024.
Ineu mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Barat yang bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jabar telah resmi meluncurkan aplikasi tracking khusus jamaah lansia saat musim haji 2024. Hadirnya aplikasi ini tak lain agar tagline “Haji Ramah Lansia” bisa terwujud.
“Saya kira ini merupakan salah satu bentuk terobosan pelayanan, dimana ketika jemaah hilang atau tertinggal dari rombongan akibat kelelahan, ini kepala rombongan tinggal ngecek gadgetnya posisinya ada dimana, ini sebenarnya teknologinya bukan baru-baru amat, pakai teknologi GPS tapi disematkan karena targetnya lansia, yang mungkin tidak terbiasa dengan gawai, jadi dikasih alat tinggal digantungkan aja,” kata Legislator PDI Perjuangan asal Dapil XI Jabar, meliputi Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang ini.
Ineu mengingatkan peran penting pemerintah terkait layanan kebutuhan calon jemaah haji, baik saat akan berangkat, selama di tanah suci Makkah hingga tiba kembali ke tanah air.
“Tentu saja kita tidak boleh lengah dalam pelaksanaan ini, memang secara aturan sudah ada ditetapkan. Namun dari tahun ke tahun tentu masih banyak kekurangan dari kesiapan. Pertama transportasi, akomodasi dan penginapannya. Kemudian catering, ini juga banyak permasalahannya. Ada yang makanannya tidak sesuai, dingin dan lainnya,” ucap Ineu.
Sebagai informasi, total jemaah haji asal Jabar yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2024 berjumlah 38.723 orang ditambah kuota tambahan sebanyak 1.474 orang. Melalui hal tersebut, Jabar menjadi penyumbang jemaah haji terbanyak di Indonesia.**
- Penulis: Unggung Rispurwo
