Breaking News
Trending Tags

Industri Otomotif AS dan Eropa Terancam Mandek Akibat Pembatasan Ekspor Logam Tanah Jarang oleh Cina

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025 22:46 WIB
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Langkah Cina memperketat ekspor logam tanah jarang dan magnet sejak awal April 2025 dinilai berpotensi melumpuhkan industri otomotif di Amerika Serikat dan Eropa. Beberapa produsen suku cadang kendaraan, terutama di Eropa, bahkan dilaporkan telah menghentikan produksi lebih awal akibat terganggunya rantai pasok global.

Kebijakan pembatasan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari respons pemerintah Cina terhadap kebijakan tarif tinggi Presiden AS Donald Trump. Meski sebagian kebijakan tarif AS telah dibekukan, kontrol ekspor logam tanah jarang oleh Cina masih tetap diberlakukan secara ketat.

Data menunjukkan bahwa Cina menguasai lebih dari 90 persen rantai pasok global untuk mineral tanah jarang, yang sangat krusial dalam pembuatan magnet untuk kendaraan listrik dan teknologi mutakhir lainnya. Oleh karena itu, dampaknya terasa sangat luas, khususnya pada industri yang sangat bergantung pada pasokan material tersebut.

The Nikkei melaporkan bahwa saat ini hanya sekitar 25 persen dari total permintaan ekspor logam tanah jarang yang mendapatkan persetujuan izin dari pemerintah Cina. Hal ini menyebabkan beberapa produsen magnet menghentikan operasional sementara waktu sambil menunggu kelonggaran ekspor.

The New York Times mencatat bahwa kelangkaan ini bisa memperdalam krisis global dalam waktu dekat, terutama pada sektor industri pertahanan, teknologi robotik, dan transportasi.

Komponen berbasis logam tanah jarang diketahui memiliki peran penting dalam berbagai bagian kendaraan, mulai dari motor elektrik hingga catalytic converter dan komponen tempat duduk. Oleh karena itu, ketergantungan industri otomotif terhadap logam ini sangat tinggi.

“Eksekutif otomotif di Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa produksi bisa menurun drastis dalam beberapa pekan mendatang,” tulis laporan The Times. Hanya sepekan setelah peringatan itu disampaikan, sejumlah produsen suku cadang di Eropa sudah mulai menghentikan operasionalnya.

Kondisi ini mendorong pernyataan resmi dari asosiasi industri otomotif Eropa. Sekretaris Jenderal European Association of Automotive Suppliers (CLEPA), Benjamin Krieger, menyampaikan seruan kepada pihak berwenang Uni Eropa dan Cina agar segera menjalin dialog terbuka dan konstruktif.

“Kami menyerukan kepada otoritas Uni Eropa dan Cina untuk segera membuka dialog yang konstruktif untuk memastikan proses perizinan transparan, proporsional, dan sejalan dengan aturan internasional,” ujarnya seperti dikutip dari The Verge.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less