Israel Serang Houthi di Yaman di Tengah Gencatan Senjata dengan Iran
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 7 Jul 2025 15:39 WIB
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Israel melancarkan serangan udara perdana ke sejumlah situs milisi Houthi di Yaman pada Minggu malam (6/7/2025), meskipun negara tersebut tengah berada dalam gencatan senjata dengan Iran. Serangan yang berlangsung hingga Senin dini hari (7/7/2025) itu menargetkan beberapa lokasi strategis di sepanjang Laut Merah, termasuk pelabuhan Hodeida, Ras Isa, Salif, serta pembangkit listrik Ras Kanatib.
Selain itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga menyerang kapal kargo Galaxy Leader, yang dibajak oleh Houthi pada November 2023.
Dalam pernyataan resmi, IDF mengungkapkan bahwa milisi Houthi telah memasang sistem radar pada kapal Galaxy Leader dan menggunakannya untuk melacak kapal-kapal di perairan internasional, yang diduga digunakan untuk mendukung kegiatan teroris.
Serangan Israel ini datang menyusul peluncuran tiga rudal balistik oleh Houthi yang menyasar wilayah Israel setelah Tel Aviv sepakat dengan Iran untuk menghentikan sementara aktivitas militer.
IDF menyatakan bahwa satu dari tiga rudal tersebut berhasil dicegat pada Sabtu (5/7). Sebelum serangan, IDF mengeluarkan perintah evakuasi bagi sejumlah pelabuhan dan fasilitas pembangkit listrik yang menjadi sasaran serangan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari Operasi Bendera Hitam.
“Houthi akan terus membayar harga yang mahal atas tindakan mereka,” kata Katz.
Ia juga memperingatkan bahwa Israel akan melancarkan balasan yang lebih kuat jika serangan rudal dan drone oleh Houthi terus berlanjut.
Pihak militer Houthi membenarkan adanya serangan tersebut, namun mereka mengklaim telah berhasil menghalau serangan Israel dengan menggunakan rudal permukaan-ke-udara dalam serangan balasan yang besar.
Namun, hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan ini.
Seorang anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Farah, menyatakan bahwa serangan terhadap pelabuhan, pembangkit listrik, dan fasilitas sipil lainnya di Yaman dimaksudkan untuk membahayakan warga sipil dan tidak terkait dengan aktivitas militer.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sejak dimulainya agresi Israel terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023, milisi Houthi dan Hizbullah di Lebanon terus melancarkan serangan rudal sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas di Palestina. Houthi juga diketahui sering menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah yang diduga memiliki keterkaitan dengan Israel.
- Penulis: Bobby Suryo




