Breaking News
Trending Tags

Harta 500 Orang Terkaya Dunia Bertambah Rp 35.000 Triliun Sepanjang 2025

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026 03:58 WIB
  • visibility 284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Total kekayaan miliarder global mencatat lonjakan besar sepanjang 2025. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, 500 individu paling kaya di dunia berhasil menambah harta hingga USD 2,2 triliun atau setara Rp 35.000 triliun dalam satu tahun, menjadi peningkatan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Mengutip laporan The Guardian pada Kamis (1/1/2026), tambahan tersebut mendorong total kekayaan gabungan 500 miliarder dunia mencapai USD 11,9 triliun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika politik Amerika Serikat pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilu 2024 serta penguatan pasar aset seperti saham, kripto, dan logam mulia.

Menariknya, sekitar 25 persen dari total kenaikan kekayaan hanya terkonsentrasi pada delapan orang superkaya. Nama-nama seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Chairman Oracle Larry Ellison, serta pendiri Alphabet Larry Page termasuk dalam kelompok tersebut.

Meski demikian, tingkat konsentrasi kekayaan pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, delapan orang yang sama menyumbang sekitar 43 persen dari total pertumbuhan kekayaan 500 miliarder dunia.

Larry Ellison menjadi salah satu yang mencatat peningkatan signifikan, dengan tambahan harta sebesar USD 57,7 miliar sepanjang 2025. Total kekayaannya kini mencapai sekitar USD 249,8 miliar.

Sementara itu, lonjakan terbesar dialami Elon Musk. Kekayaan pemilik Tesla dan SpaceX tersebut melonjak USD 190,3 miliar menjadi USD 622,7 miliar, memperkuat posisinya sebagai orang terkaya di dunia dengan selisih yang semakin jauh dari pesaingnya.

Namun, tidak semua miliarder merasakan pertumbuhan positif. Sejumlah tokoh justru mengalami penurunan kekayaan, salah satunya miliarder asal Filipina Manuel Villar. Hartanya menyusut USD 12,6 miliar menjadi sekitar USD 10 miliar.

Penurunan tersebut dipicu oleh anjloknya saham perusahaan pengembang propertinya, Golden MV Holdings Inc, yang merosot hingga 80 persen setelah perdagangan sahamnya kembali dibuka usai penghentian selama enam bulan.

Laporan ini kembali memicu perdebatan mengenai ketimpangan ekonomi global. Organisasi internasional Oxfam menilai tambahan kekayaan USD 2,2 triliun yang dinikmati segelintir orang sebenarnya cukup untuk membantu sekitar 3,8 miliar penduduk dunia keluar dari kemiskinan.

Direktur Eksekutif Internasional Oxfam, Amitabh Behar, menyatakan bahwa ketimpangan merupakan dampak dari pilihan kebijakan. Menurutnya, di tengah lonjakan kekayaan kelompok elite, kondisi keuangan publik justru stagnan atau bahkan menurun, sementara beban utang terus meningkat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less