Breaking News
Trending Tags

Donald Trump klaim kapal rusak saat gencatan senjata diuji

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026 20:32 WIB
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah serangkaian serangan yang memicu respons militer Amerika Serikat terhadap fasilitas militer Iran pada Jumat malam.

CENTCOM menyatakan operasi udara dilancarkan sebagai jawaban atas provokasi yang terjadi sehari sebelumnya di Selat Hormuz, ketika empat drone menyerang sebuah kapal kargo dan satu diyakini sempat mengenai dek kapal tersebut.

Presiden Donald Trump melalui unggahan di platform Truth Social menyebut kapal mengalami kerusakan namun tetap melanjutkan pelayaran setelah insiden di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menekankan tindakan itu bertujuan melindungi aset dan kebebasan navigasi di jalur laut strategis tersebut.

Reaksi Teheran cepat dan keras, dengan Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menuduh Washington melanggar komitmen gencatan senjata secara sembrono.

Azizi memperingatkan pelanggaran semacam itu akan menimbulkan “penyesalan dan kemunduran besar” bagi pihak yang dianggap melanggarnya.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga memperingatkan bahwa kapal asing hanya diperbolehkan melintasi rute yang ditetapkan oleh Teheran, memperumit tata kelola pelayaran di kawasan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less