Donald Trump klaim kapal rusak saat gencatan senjata diuji
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026 20:32 WIB
- visibility 111
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gencatan Senjata AS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakil Presiden JD Vance memperingatkan pemerintah tidak akan tinggal diam bila aset komersial AS terganggu dan menyatakan pintu diplomasi tetap terbuka.
Vance menegaskan Amerika Serikat pada awalnya menghormati kesepakatan damai yang ditandatangani namun siap menempuh jalur militer bila perlu.
Komentar Vance lewat platform X (sebelumnya Twitter) turut menambah tekanan politik dan mengindikasikan kemungkinan respons berkelanjutan jika insiden serupa terulang di perairan internasional.
Gangguan di Selat Hormuz memiliki implikasi besar bagi perdagangan global karena rute ini sebelumnya menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada 18 Juni lalu semula bertujuan membuka kembali selat dan menggratiskan biaya pelintasan kapal komersial selama 60 hari untuk memulihkan arus perdagangan dunia.
Para pengamat maritim memperingatkan bahwa ketidakpastian seperti insiden drone ini berpotensi memicu fluktuasi pasokan energi dan kenaikan premi asuransi pelayaran.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kedua pihak menahan diri dan mengembalikan kondisi normal demi stabilitas ekonomi global.
Diplomat dan pihak ketiga mendorong mediasi serta pemantauan internasional, termasuk usulan patroli gabungan, transparansi pergerakan kapal, dan investigasi independen atas insiden drone.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



