Dr. Tedros Ghebreyesus: Ebola di Kongo tercatat 1.203 kasus
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 08:49 WIB
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ebola Di Kongo Melejit, Mengancam Pasokan Regional Dan Stabilitas Ekonomi!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Otoritas kesehatan Kongo melaporkan bahwa wabah Ebola yang diumumkan pada pertengahan Mei masih menimbulkan beban serius bagi sistem kesehatan setempat.
Menurut data terbaru, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 1.203 dengan 321 kematian tercatat sejak awal wabah Ebola.
Upaya penanggulangan mencatat 148 pasien telah pulih dan dipulangkan, sementara 419 pasien saat ini menjalani isolasi atau perawatan intensif.
Selain kasus terkonfirmasi, terdapat 265 dugaan kasus yang masih dimonitor dan 77 di antaranya berujung pada kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peningkatan cakupan pelacakan kontak dalam beberapa pekan terakhir membantu menemukan lebih banyak pasien yang kemudian dinyatakan sembuh.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan mitra kemanusiaan atas perluasan kegiatan surveilans dan perawatan di lapangan.
Namun, Dr. Tedros mengingatkan bahwa perluasan pelacakan kontak tidak menghilangkan seluruh hambatan yang dihadapi dalam merespons wabah Ebola.
WHO menyoroti konflik bersenjata dan kondisi keamanan yang tidak stabil di beberapa wilayah sebagai penghambat utama akses layanan kesehatan dan operasi respons.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



