Breaking News
Trending Tags

Tedros Adhanom Ghebreyesus peringatkan panas mematikan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 22:23 WIB
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernyataan itu menekankan pentingnya akses cepat ke layanan kesehatan dan dukungan sosial selama periode panas ekstrem.

Di ibu kota, sejumlah acara publik dibatalkan karena beban pada fasilitas kesehatan dan layanan darurat meningkat.

Rumah sakit, rumah duka, dan pelayanan darurat dilaporkan kewalahan dalam menangani lonjakan kasus terkait panas.

Pembatalan acara besar menunjukkan dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi kota.

Para pejabat setempat berupaya menyesuaikan kapasitas layanan dan mengatur jalur bantuan untuk kelompok rentan.

Sikap politik terbelah; beberapa anggota parlemen dari sayap kiri mengecam penanganan pemerintah.

Salah seorang anggota parlemen menyebut situasi tersebut sebagai “bencana” dan menuntut evaluasi menyeluruh serta kebijakan jangka panjang.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Prancis menepis kritik dan menyatakan bahwa layanan publik telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Pernyataan resmi menegaskan kesiapsiagaan dan koordinasi antar-institusi selama masa darurat.

Gelombang panas juga tercatat melintasi batas negara; beberapa lokasi di Eropa melaporkan pengukuran suhu di atas 41 derajat Celsius.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa stres panas sering disebut sebagai “pembunuh senyap”.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less