Breaking News
Trending Tags

Gordon Gray: Akomodasi Tuntutan Iran Bisa Redam Ketegangan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 13:38 WIB
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Perundingan Iran dan Amerika Serikat menghadapi rintangan berat setelah Teheran mengajukan sejumlah “red lines” yang dianggap menantang oleh pihak-pihak yang terlibat.

Ekskalasi syarat-syarat tersebut telah mengubah dinamika perundingan Iran dan Amerika Serikat, sehingga para negosiator kini juga mempertimbangkan opsi-opsi diplomatik nonkonvensional untuk mencegah kebuntuan.

Menurut Gordon Gray, mantan Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, beberapa elemen tuntutan tetap berpeluang dinegosiasikan meski berdampak pada jalannya perundingan Iran dan Amerika Serikat secara keseluruhan.

Beberapa garis merah Iran menyentuh isu-isu kedaulatan yang secara langsung berkaitan dengan keamanan maritim dan penerapan hukum internasional.

Salah satu tuntutan yang dinilai paling problematik adalah klaim kendali atas Selat Hormuz, yang oleh Gray disebut akan sulit diterima oleh Washington karena memicu benturan dengan prinsip kebebasan navigasi.

Meski tuntutan semacam itu sensitif, Gray juga menunjuk adanya kemungkinan solusi teknis yang menyeimbangkan kepentingan keamanan regional tanpa mengubah tatanan hukum maritim yang ada.

Oman muncul dalam wacana sebagai mediator potensial berkat posisi geografis dan rekam jejak netralitasnya; peran Oman dinilai strategis dalam merancang mekanisme pengawasan bersama yang praktis.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less