Sekjen PBB Antonio Guterres Mendesak AS Kembali ke Diplomasi
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026 03:34 WIB
- visibility 111
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekjen PBB Mendesak AS
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas eskalasi militer di Teluk yang kembali meningkat dan menimbulkan ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyerukan penahanan diri dari semua pihak untuk meredam eskalasi militer di Teluk dan mencegah konflik yang lebih luas.
PBB menekankan bahwa pengakhiran aksi-aksi militer serta penghentian serangan harus segera dilakukan agar tidak memperburuk situasi di kawasan.
Guterres menunjuk serangkaian insiden yang dilaporkan belakangan ini, termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Beberapa peristiwa juga melibatkan konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi memicu krisis skala lebih luas.
Pernyataan PBB datang di tengah kekhawatiran bahwa perselisihan berskala besar dapat mempengaruhi keamanan regional dan internasional.
Stephane Dujarric meminta semua pihak menahan diri secara maksimal dan menahan langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.
PBB menilai bahwa eskalasi yang tidak terkendali akan menimbulkan korban sipil dan memperbesar risiko kecelakaan militer lintas batas.
Salah satu fokus utama PBB adalah pemulihan penuh kebebasan navigasi di Selat Hormuz sebagai jalur maritim strategis.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




