Sejumlah Seniman Lakukan Ruwatan Tolak Alih Fungsi Pondok Seni Pangandaran
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Rabu, 11 Des 2019 13:28 WIB
- visibility 453
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ruwatan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lebih jauh Nanu mengungkapkan,penolakan ini bukan menolak program pembangunan yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun ruwatan ini untuk mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa konsep pembangunan itu harus berpihak untuk kepentingan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat lahir dan batin.
Apa yang dinyatakan Gubenur Jawa Barat ketika melepas ribuan pelari Jabar Internasional Marathon (JIM) Ahad 1/12/2019, bahwa Pondok Seni Pangandaran tempat para seniman menggelar kesenian tradisi dan menampilkan karyanya akan dijadikan Water Boom pada tahun 2020. Inilah yang menjadikan pemicu para seniman melakukan aksi seni dalam bentuk Ruat Tolak Water Boom Pondok Seni Pangandaran, tegasnya.
“Aksi Seni merupakan bentuk keprihatinan seniman terhadap kesewenangan Gubernur Jawa Barat yang akan mengalih fungsikan ruang ekspresi seni menjadi wisata air, yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 5/tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, justru cenderung mematikan Kreativitas seniman dengan keseniannya, seperti halnya Ronggeng Amen,” ungkapnya.
Ditambahkan Nanu, Pondok Seni Pangandaran sendiri dikelola oleh UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat adalah sebagai sarana pertunjukan kesenian tradisi dan pengembangan kreasi seni Jawa Barat yang diperuntukan untuk kalangan seniman daerah Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Ciamis maupun dari berbagai daerah kota/Kabupaten Jawa Barat lainnya.
- Penulis: hasanah 006



