Kapolri Ungkap Kinerja Polri 2025 Tembus 91,54 Persen
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa tingkat capaian kinerja Polri sepanjang tahun 2025 mencapai 91,54 persen. Ia menyampaikan, angka tersebut menempatkan kinerja institusi kepolisian dalam kategori sangat baik berdasarkan evaluasi dari kementerian terkait.
Menurut Kapolri, capaian tersebut merupakan hasil pengukuran terhadap enam sasaran strategis yang dijabarkan ke dalam 17 indikator kinerja utama. Evaluasi kinerja tahun 2025 ini sekaligus menjadi pijakan dalam menetapkan target dan program kerja Polri pada tahun 2026.
“Penilaian kinerja Polri tahun 2025 mengacu pada enam sasaran strategis yang diterjemahkan ke dalam 17 indikator kinerja. Hasilnya menjadi dasar perencanaan dan perbaikan ke depan,” ujar Listyo Sigit saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, sasaran strategis tersebut mencakup upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), hingga penguatan pengawasan internal yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Aspek pengawasan yang akuntabel dan melayani, lanjut Kapolri, menjadi perhatian utama dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Transparansi dan kualitas pelayanan dinilai sebagai kunci agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan oleh publik.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Safarudin, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja yang disampaikan Kapolri. Ia menilai hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kinerja Polri yang disampaikan Kapolri patut diapresiasi. Namun ke depan, peningkatan kualitas pelayanan publik harus terus menjadi fokus,” kata Safarudin.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan reformasi kultur di tubuh Polri. Menurutnya, perubahan pola pikir dan perilaku aparat di lapangan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.
“Reformasi kultur Polri tidak boleh berhenti di tataran konsep. Masyarakat harus benar-benar merasakan perubahan dalam pelayanan dan sikap aparat,” pungkasnya.
- Penulis: Bobby Suryo



