Kebakaran Lapas Tangerang, Mulai Ada Indikasi Pidana

Kebakaran Lapas Tangerang, Mulai Ada Indikasi Pidana

Indikasi Pidana pada kasus kebakaran lapas
Kebakaran di Lapas Tangerang (Foto: Dok. Kemenkum HAM)

Hasanah.id, Jakarta – Indikasi pidana mulai muncul terkait dengan kasus kebakaran lapas di Tangerang. Penyidikan dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara.

Dari hasil gelar perkara itu, polisi menemukan adanya pidana dalam peristiwa kebakaran yang menewaskan 44 orang itu.

“Iya itu salah satunya. Pihak kepolisian sudah ada naik dari lidik ke sidik, sudah ada (pidana). Iya tinggal siapa mencari tersangka nanti kita dalami. Kemarin dugaan ada pidana, sekarang sidik, sekarang ada tindak pidana di situ,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021).

Dalam penyidikan ini polisi akan mencari unsur-unsur pada Pasal 187 KUHP, 188 KUHP, dan Pasal 359 KUHP. Polisi menduga ada tindak pidana kesengajaan dan kelalaian dalam peristiwa tragis itu.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 22 saksi untuk mendalami penyebab kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang terindikasi pidana. Puluhan saksi itu dibagi menjadi tiga klaster. Yakni klaster petugas Lapas yang malam itu bertugas. Kemudian, klaster warga binaan yang selamat serta klaster pendamping warga binaan.

Kalapas Kelas 1 Tangerang Viktor Teguh juga akan diperiksa sebagai saksi. Hal demikian disampaikan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ramadhan.

“Pemeriksaan saksi kepada Kalapas Kelas I Tangerang,” kata Ramadhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).

Sementara itu, Tim Disaster Victim Investigation (DVI) RS Polri menerima 44 sampel DNA dari pihak keluarga korban tewas pada kebakaran Lapas Tangerang. Sampel DNA tersebut diterima dari 35 pihak keluarga korban.

“Sampai saat ini dari tim DVI khususnya di pos antemortem, telah menerima 35 keluarga. Mereka telah menyerahkan data antemortemnya dan tim sampai saat ini telah memiliki 44 sampel DNA,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat konferensi pers di Gedung Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri, Jumat (10/9).

Dari 35 keluarga yang datang, artinya masih ada sebanyak lima pihak keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang yang dibutuhkan sampel DNA. Rusdi mengatakan, ada kendala yang dialami pihak keluarga sehingga masih belum menyerahkan sampel DNA kepada Tim DVI RS Polri.

Total
15
Shares
Related Posts