Hasanah.id– Menanggapi penyebaran virus corona atau COVID-19 yang kian meluas, Pemerintah Kota Bogor melakukan tracing dari setiap kasus positif yang ada. Hasilnya, ditemukan klaster baru yang dianggap jadi lokus penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu.
Wakil Wali Kota Dedie Rachim meyakini 20 persen dari kasus positif COVID-19 di wilayahnya berasal dari klaster Dinas Kesehatan Bogor. Ia menyebutkan klaster baru itu teridentifikasi, sehubungan dengan temuan kasus positif yang menimpa seorang dokter dan menyebabkan ia meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Dedie mengatakan, seorang dokter yang bertugas di Dinkes Bogor meninggal dunia dan diduga terpapar COVID-19 dari Wali Kota Bima Arya, yang baru pulang kunjungan kerja ke Turki.
Pasien tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi usai kontak dengan Bima Arya dalam beberapa waktu, sebelum akhirnya dinyatakan positif COVID-19 dan beberapa hari setelahnya meninggal dunia pada Jumat (27/3).