Namun setelah dilakukan tracing mendalam, Dedie mengatakan, pasien tersebut bukan terpapar dari Bima Arya. “Itu yang masih kami telusuri, almarhum tertular dari mana,” ucap Dedie, Minggu (5/3).
Selepas meninggalnya dokter tersebut, kata Dedie, ditemukan delapan orang positif COVID-19 di lingkungan Dinkes Bogor. “Hasil tracing terhadap kedelapan orang itu menunjukkan adanya riwayat kontak dengan dokter Dinkes Bogor yang meninggal,” ujar dia.
Menurut Dedie, klaster baru ini jadi penyumbang terbesar dari kasus positif COVID-19 di Kota Hujan. Ketika disinggung hasil tracing lainnya terhadap kasus positif yang ada, Dedie menjelaskan, klaster seminar Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang berlangsung di sebuah hotel di Bogor pada pertengahan Februari lalu, menjadi penyumbang lain kasus positif COVID-19 di wilayahnya.
“Selain Dinkes Bogor, ditemukan juga warga Kota Bogor yang ikut seminar GPIB dan beberapa di antaranya terpapar COVID-19. Lalu, setelah kami periksa lingkar dalam dari mereka yang terinfeksi, juga ditemukan beberapa orang,” ucap Dedie.