Kota Cimahi Zona Merah Lahan Pemakaman Covid Makin Menipis - Hasanah

Kota Cimahi Zona Merah Lahan Pemakaman Covid Makin Menipis

Hasanah.id – Cimahi. Warga Kota Cimahi diminta lebih waspada terhadap penularan Corona Virus Disease (Covid-19). Pasalnya, Kota Cimahi kembali masuk zona merah atau kategori risiko tinggi penularan virus Corona.

Data evaluasi daerah di Jawa Barat yang masuk zona merah itu ditampilkan dalam dokumen evaluasi risiko kesehatan masyarakat kabupaten/kota di Jawa Barat dengan perbaruan pada 29 Juni 2021, pukul 11.00 WIB. Selain Cimahi ada 10 kota dan kabupaten lainnya yang masuk zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi mengatakan, masuknya Kota Cimahi ke dalam zona merah lantaran jumlah kasusnya yang melonjak. Dalam sehari, kata dia, rata-rata ada 50-80 penambahan kasus baru.

“Memang lonjaknnya sangat tinggi, sudah gak bisa dibendung lagi. 50-80 per hari,” terang Pratiwi, Selasa (29/6) lalu.

Hingga Selasa (29/6), jumlah kasus COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 7.879 orang.

Rinciannya, kasus terkonfirmasi aktif ada 1.058 orang, sebanyak 6.662 orang sudah sembuh dan 159 orang meninggal dunia.

Dikatakan Pratiwi, lonjakan kasus COVID-19 di Kota Cimahi salah satunya karena tingkat penularan yang cenderung lebih cepat.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Cimahi bertambah terus. Hal itu menyebabkan ketersediaan lahan pemakaman di sana kian menipis.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, hingga Minggu (27/6/2021) tercatat sudah ada 282 orang yang dikebumikan secara protokol COVID-19 di sejumlah pemakaman di Kota Cimahi.

Yakni TPU Muslim Cipageran ada 116 malam, TPU Leuwigajah ada 12 malam, TPU Lebaksaat 8 makam, TPU Lebaksaat Blok D 120 makam dan TPU Lebaksaat 26 makam.

“Semakin sedikit ketersediannya. Yang meninggal rata-rata per hari 3 orang. Terakhir Sabtu sampai 10 orang sehari,” ungkap Kepala DPKP Kota Cimahi, M Nur Kuswandana saat dihubungi.

Untuk saat ini, terang Nur, lahan pemakaman khusus Covid-19 yang tersisa hanya di TPU Lebaksaat Block C yang berada di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara yang menyisakan sekitar 124 liang lahat.

“Sudah habis sekarang tinggal Blok C,” ucapnya.

Diakuinya, pihaknya mengalami keterbatasan lahan untuk pemakaman baru khusus Covid. Untuk itu sejak tahun lalu Pemkot Cimahi membuat kebijakan bahwa pemakaman khusus Covid hanya bagi warga yang memiliki KTP Kota Cimahi dan personel TNI, Polri serta ASN yang bertugas di Kota mungil ini.

“Banyak warga luar KTP Cimahi walau meninggalnya misal di RSUD atau Dustira mohon maaf tidak bisa dimakamkan di Cimahi kalau tidak ber-KTP Cimahi,” tegas Nur.

Total
1
Shares
Related Posts