Lagi, Elite PAN Mundur karena Tak Cocok dengan Gaya Zulhas Kelola Partai
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Jumat, 28 Des 2018
- visibility 438
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lagi, Elite PAN Mundur karena Tak Cocok dengan Gaya Zulhas Kelola Partai
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketua Badan Cyber dan Multimedia Partai Amanat Nasional Agung Mozin mengundurkan diri dari partai pimpinan Zulkifli Hasan itu.
Mundurnya Agung menambah daftar kader PAN yang memutuskan keluar, baik hanya dari kepengurusan maupun dari partai. Selain Agung, Bendaraha Umum PAN Nasrullah dan Sekretaris Dewan Kehormatan PAN Putra Jaya juga mengundurkan diri. “Kalau saya mundur dari partai.
Kalau Pak Nasrullah karena dia masih nyaleg, mundur dari kepengurusan. Kalau Pak Putra Jaya memang sudah non-aktif juga. Intinya semuanya pada mundur,” ujar Agung ketika dihubungi, Jumat (28/12/2018).
Agung mengatakan alasannya keluar dari partai karena tidak sependapat dengan cara Zulkifli Hasan mengelola partai. Menurut dia, segala proses pengambilan keputusan partai sudah diatur tata caranya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Kata dia, selama ini proses pengambilan keputusan di internal PAN seringkali meninggalkan pedoman itu. “Perbedaan gaya itu manusiawi, tapi apapun gayanya rujukannya kan AD/ART dan pedoman organisasi.
Kalau pedoman organisasi AD/ART tidak jadi rujukan dalam mengelola partai, maka di sana akan terjadi perbedaan atau gesekan pendapat,” kata dia.
Agung memaklumi jika hal tersebut terjadi satu atau dua kali. Namun, dia tidak bisa membiarkan jika terjadi berkali-kali. Agung memberikan satu contoh pengambilan keputusan oleh Zulhas yang menurutnya tidak sesuai dengan pedoman.
Pada Pemilihan Presiden 2014, PAN memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Namun saat Jokowi dan Jusuf Kalla menang dalam Pilpres, PAN berbalik dengan mendukung pemerintah. Agung mengatakan perubahan itu terjadi tanpa kongres ataupun rakernas.
- Penulis: hasanah editor



